Keimanan Juga Bisa Tergerus Dan Hilang!

Keimanan Juga Bisa Tergerus Dan Hilang!

 Assalamu’alaikum…wr…wb

Di era yang disebut-sebut modern ini, ragam penggoda syahwat pun ‘mengikuti’ perkembangan juga. Kian hari kian banyak model maksiat yang dipraktekkan oleh manusia. Saking derasnya arus godaan maksiat, pemandangan orang bermaksiat mudah sekali dijumpai. Bahkan sebagian melakukannya di depan umum tanpa ada rasa malu. Ini disebabkan maksiat memang sangat kuat mengikis perasaan malu (yang merupakan sumber kehidupan hati) dan kebaikan dari hati pelaku maksiat. Sehingga bermaksiat menjadi menu kesehariannya. (Ad-Dâ` wad Dawâ` hlm. 110). Iyâdzan billâh.

Allâh Ta’ala berfirman:
Artinya:
Bahkan manusia itu hendak berbuat maksiat terus menerus.
(Qs al-Qiyâmah/75:5)

Hakekat maksiat adalah pelanggaran yang dilakukan seorang hamba (makhluk) terhadap aturan Allâh Ta’ala, Yang Maha Pencipta, Maha Kuasa, Maha Agung dan Maha Perkasa. Semestinya, makhluk taat kepada penciptanya yang memiliki sifat kesempurnaan dalam seluruh segi. Bila tidak patuh, maka telah melakukan kesalahan yang besar.

Sebenarnya hakekat ini bila mau direnungkan, akan membuat orang mengerem diri saat ada godaan berbuat dosa dan maksiat. Karena itu, ia mesti berpikir terlebih dahulu, kepada siapa ia bermaksiat? Sungguh, ia sedang melanggar aturan Malikul Mulûk, Allâh Ta’ala, Penguasa alam semesta!

Bilâl bin Sa’d rahimahullâh berkata,

“Janganlah engkau memandang kecilnya kesalahan (yang engkau perbuat), tetapi, perhatikan keagungan Dzat yang sedang engkau hadapi”.

Cahaya iman di hati seseorang akan meredup seiring dengan perbuatan maksiat yang dilakukannya. Sebab, maksiat adalah kegelapan, bila tidak dihadang dengan istighfar, amal shaleh dan taubat nashuha, kegelapan itu kian menjadi-jadi, dan akhirnya membuat hati hitam. Saat hati telah menghitam, layaknya kaca yang telah berdebu pekat, maka sulit menerima sinar kebenaran.

Di situlah tampak betapa maksiat sangat membahayakan keimanan seorang hamba di kehidupan dunianya. Ia akan menjalani kehidupan yang jauh dari Rabb-nya, muka yang muram, terhina di hadapan manusia dan mengalami kehidupan yang tidak bahagia. Apalagi jika kemaksiatan yang diperbuat merupakan perkara-perkara yang merusak dan menggerus keimanan sehingga berakibat sirna dan lenyap dari hati seorang hamba.

Inilah makna ucapan Sahabat ‘Abdullâh bin ‘Abbâs radhiyallâhu’anhu sewaktu mengatakan,

“Sesungguhnya (amal) kebaikan itu memiliki (pengaruh baik berupa) cahaya di hati, kecerahan pada wajah, kekuatan pada tubuh, tambahan pada rezki dan kecintaan di hati manusia. Dan (sebaliknya) sungguh (perbuatan) buruk (maksiat) itu memiliki (pengaruh buruk berupa) kegelapan di hati, kesuraman pada wajah, kelemahan pada tubuh, kekurangan pada rezki dan kebencian di hati manusia”.

Ibnul Qayyim rahimahullâh berkata,

“Dosa ibarat luka-luka. Berapa banyak luka menjadi penyebab kematian (orang)”.

Oleh karena itu, kewajiban setiap Muslim adalah menjaga diri dan keimanannya agar selamat dari ancaman azab dunia sebelum akhirat. Ada dua hal yang harus dilakukan, sebagaimana yang dinyatakan Syaikh as-Sa’di rahimahullâh :

Pertama, merealisasikan keimanan dan menyempurnakan seluruh cabangnya dengan mempelajari dan mengamalkannya.
Kedua, memelihara iman dari unsur-unsur yang merusak dan mengurangi kesempurnaannya, dan segera mengobati kelemahan iman yang terjadi dengan taubat.

Inilah tugas seorang Mukmin terhadap keimanan di hatinya, yaitu, menjaga dan memperbaharuinya agar senantiasa kuat dan selalu menyala-nyala. Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

Sesungguhnya iman bisa menjadi usang,
sebagaimana usangnya baju seseorang dari kamu.
Karena itu, mohonlah kepada Allâh
agar (selalu) memperbaharui iman di dalam hati kamu.
Semoga Bermanfaat…Insya’Allah
Wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s