UNTUK ANAK-ANAKKU TERSAYANG (Dewi Hastuti & Salwa Bunga Rahmawati)

UNTUK ANAK-ANAKKU TERSAYANG
Dewi Hastuti & Salwa Bunga Rahmawati

Assalamu’alaikum…wr…wb.

Nak…dewi dan salwa…., menjadi ayah itu indah dan mulia, dengan itu aku bangga. Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat ini.

Kecemasan yang besar dan indah itu karena didasari sebuah cinta. Meskipun demikian, ketahuilah, menjadi ayah itu berat dan sulit. Tapi ku akui, betapa sepanjang masa kehadiranmu disisiku, aku seperti menemui makna keberadaanku dan tugas kebapakanku terhadapmu.

Sepanjang masa keberadaanmu adalah suatu masa terindah dan paling aku banggakan dihadapan siapapun. Bahkan dihadapan Tuhan sekalipun aku membanggakanmu ketika aku duduk berduaan denganmu dihadapanNya, hingga saat usia senja menanti.

Nak…Dewi dan Salwa…. ., saat pertama engkau hadir, kucium dan kupeluk engkau sebagai buah cintaku dan cinta ibumu. Sebagai bukti dan pengikat bahwa aku dan ibumu tak akan pernah terpisahkan oleh apapun dan siapapun.
Semoga Kami bisa mewujudkan keluarga Sakinah_Ma’waddah dan Warahmah..Aamiin.

Tapi…., seiring waktu berjalan, ketika engkau tumbuh besar dan telah pula pandai bicara, ketika engkau telah mampu membantah suruhanku dengan kata “ ‘NDAK MAU “ tersentak didadaku…! Hingga membuat diriku tersadarkan siapa engkau sesungguhnya…… Engkau ternyata bukan milikku, bukan pula milik istriku ibumu, engkau adalah milik Allah yang dititipkan kepadaku.

Ayah dan Ibu hanya diAmanahi Allah..
Agar kelak kamu menjadi muslimah_muslimah sejati seperti fatimah bin muhammad…semoga..

Dari itu tak ada hakku menuntut pengabdian darimu. Karena pengabdian sesungguhnya hanya patut untukNya(Allah SWT).

Sejak saat itu, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya. Tugasku bukanlah membuatmu dikagumi orang lain, tapi tugasku sebenarnya adalah membuatmu dicintai Allah, untuk itu aku harus mendekatkanmu kepadaNya…..
Untuk itu kami menempatkan kalian dipondok pesantren…
Maka dari itu bapak dan ibu..mengirimmu..jauh disana..walau kami cemas’rindu…dan kwatir..tapi kami yakin…Allah akan menjagamu..
(la tahzan innallaha ma’ana)
”Jangan Bersedih..Allah bersama kalian”
Untuk itu bapak dan mama mengirimu..
Pondok Kudus…kemudian pondok Gontor putri..
Agar kamu belajar…belajar..dan belajar…
Dan kelak mampu menjadi manusia yang cerdas dan berAkhlaqul Karimah..

Inilah usaha terberat kami, karena disitu artinya aku harus terlebih dahulu memberikan contoh kepadamu bagaimana mendekatkan diri denganNya.
Bagaimana kami menahan rindu..
Keinginanku harus sesuai dengan keinginanNya Sang Pemilikmu agar perjalananku untuk mendekatkanmu kepadaNya tak lagi terlalu sulit. Kemudian, kitapun memulai perjalanan itu berdua bergandengan dengan ibumu, tak pernah engkau kami biarkan tersandung kerikil tajam, terperosok kelembah hitam.

Kugenggam jemarimu kupeluk jiwamu, agar dapat kau rasakan hangatnya perjalanan rohani ini. Saat engkau mengeluh letih berjalan, kutarik engkau dengan belaian sayang karena kita memang tak boleh berhenti… Perjalanan mendekat denganNya tak kenal letih tak kenal berhenti. Berhenti berarti mati mata hati. Inilah kata-kataku……. Acap kali kubelai kupeluk dan kuusap air matamu ketika engkau hampir putus asa.
Kami nasehati…Rahmat Allah meliputi alam semesta..dan senantiasa
Do’a kami tak henti_hentinya ‘ kami panjatkan Kepada Allah , Rabb yang Maha Tinggi dan Maha Agung..

Berjuanglah nak…semoga Allah memberimu segala kemudahan dalam menuntut ilmu…
Semoga Allah memberimu ilmu dan hikmah…aamiin…

Akhirnya nak ….., kalau nanti…… ,
Sudah dewasa…semoga kalian dewi & salwa mampu menjadi muslimah-muslimah sejati..sesuai ajaran Qur’an dan Hadist…
Bisa melahirkan anak-anak ‘ seorang pemimpin yang Adil dan bijaksana…
Aamiin Ya Rabbal’aalamiin..
Wassalam.
Ayah dan Ibu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s